Trip ke Medan Demi Nyobain Kereta Bandara: Part-1

Tuesday, May 13, 2014

Udah lama memang gw berangan-angan untuk menapakkan kaki di kota terbesar ketiga di Indonesia ini. Salah satu alasannya udah kesebut di judul di atas, yaitu adanya fasilitas kereta bandara yang menghubungkan Kuala Namu International Airport dengan pusat kota Medan. Moda transportasi semacam ini memang baru pertama kali ada di Indonesia, jadi wajib dong dicobain. Selain itu, Medan memang punya beberapa lokasi wisata historikal yang juga seru untuk dilihat langsung. Berniat menjadikan Medan sebagai lokasi trip kamu berikutnya? Baca tulisan ini selengkapnya.

How Did I Get There? 

Penerbangan dari Penang ke Medan Cuma Butuh Waktu Kurang Dari Satu Jam

Trip ke Medan ini sebenernya adalah kelanjutan dari trip "Jalan-Jalan Cari Makan di Penang" kemaren. Berhubung memang kedua kota ini lokasinya cukup deket dan penerbangan di antara keduanya juga terbilang frekuensinya cukup sering, jadinya gw pikir ini sesuatu yang efisien kalo sekalian mampir ke Medan. Rombongan lainnya dari Penang langsung balik ke Jakarta, so gw traveling sendirian nih ke sini. Dari Penang gw naik Air Asia dengan kode penerbangan AK 299 yaitu jam 18.15, dan nyampe di Kuala Namu jam 18.05 (Ada perbedaan waktu satu jam antara Penang dan Medan). Cuma sebentar kan, nggak nyampe sejam. Tarifnya juga murah lho, cuma RM68 atau Rp. 238.000. Tapi sebelum booking tiket pesawat, check dulu ya jadwal kereta bandara dari KNIA ke Medan di link ini. Soalnya kalo nggak disesuaikan, bisa berakhir lari-lari ngejar kereta kaya gw kemaren… Hehehe…

Bandara Kebanggaan Sumatra Utara

Area Lantai 1 di Kuala Namu International Airport

Setelah penerbangan selama kurang lebih 45 menit dari Penang, akhirnya landing juga di Kuala Namu International Airport. Kayaknya nggak cuma warga Sumatra Utara atau Medan aja deh yang bangga, semua orang Indonesia juga boleh ikut bangga akhirnya ada airport se-modern ini di negara kita. Well, kata orang-orang kan salah satu tolak ukur bandara modern itu berupa "Airport Mall", alias bandara berkonsep pusat perbelanjaan. Jadi kalo nunggu pesawat delayed, atau lagi transit berjam-jam bisa sambil cuci mata gak cuma duduk-duduk bosen di lounge. Tapi sebenernya yang paling membedakan KNIA dengan bandara lainnya di Indonesia jelas karena adanya fasilitas kereta bandara. Dan jujur, ini adalah salah satu motivasi gw untuk dateng dan traveling ke Medan.

Denah Hall Kedatangan di Bandara Internasional Kuala Namu Untuk Menuju Stasiun Kereta Bandara


Keluar dari International Departure Hall di lantai 1, langsung deh menuju ke stasiun kereta bandara. Untungnya gw waktu itu nggak bawa bagasi, cuma cabin bag aja jadi masih keburu untuk naik kereta yang jam 18.35. Soalnya setelah itu jadwal keretanya ada lagi jam 19.25 yang artinya bakal sampe di stasiun Medan jam 19.55. Lokasi stasiun ini nggak bakal susah dicari karena petunjuk di dalam bandara cukup jelas, dan begitu keluar pintu kedatangan persis didepannya adalah pintu masuk stasiun. Beli tiketnya bisa pake vending machine, atau juga bisa di counter. Karena waktu itu gw naik Air Asia dan ada harga khusus dengan nunjukin boarding pass kita, jadi mending beli di counter aja. Harga normal tiket kereta ini Rp. 80.000 sekali jalan, tapi untuk penumpang Air Asia ada harga khusus yaitu cuma Rp. 65.000. Pas lagi beli tiket, tiba-tiba ada announcement kalo kereta akan berangkat 5 menit lagi… Wah, langsung deh lari-lari!

Pintu Masuk Stasiun Kereta Api Bandara Berada Persis di Pintu Keluar Kedatangan

Berasa kan gw foto ini sambil lari-lari, soalnya fotonya nge-blur... hehehe
Di dalem kereta bandara

Fiuhh, akhirnya kekejar juga naik ke kereta. Dan bener, begitu gw duduk gak lama lagi keretanya jalan. On time juga ya… Kereta ini (mungkin karena masih baru) bersih banget, dan interiornya-pun bagus. Ada rak khusus penyimpanan bagasi jadi kalo yang bawa koper gede-gede nggak bakal berserakan atau juga bikin sempit tempat duduk masing-masing. Total ada 4 gerbong dan kapasitasnya untuk 172 penumpang. Yang di luar perkiraan, kereta ini ternyata jalannya nggak ngebut. Padahal ekspektasi gw kereta ini sama dengan kereta KLIA ekspres di bandara Kuala Lumpur. Penyebab kereta ini kadang-kadang harus jalan pelan-pelan adalah karena jalur rel keretanya gak steril. Mesti gantian sama kereta lain, dan masih ada beberapa titik persimpangan dengan jalan mobil. Sayang sekali ya…

Hotel di Stasiun Medan

Stasiun Medan di Malam Hari

Gw terbiasa dengan melakukan proses research sebelum pergi traveling kemanapun. Ada keuntungan tersendiri lho dengan proses research ini, salah satunya adalah untuk menentukan lokasi penginapan yang sesuai dengan daerah tujuan wisata kita. Nah, karena di Medan ini tempat wisata yang mau gw datengin semuanya gak jauh-jauh dari Stasiun Medan, jadi gw nyari hotel yang deket sama stasiun. Eh, ternyata malah nemu satu hotel yang memang menempati lantai 3 & 4 dari Stasiun Medan, tempat dimana kereta bandara berakhir dan berangkat. Very convenient kan, gak perlu naik apa-apa lagi dari stasiun cuma naik lift aja (hall kedatangan kereta bandara di Stasiun Medan berada di lantai 2), terus nyampe deh ke hotel..

Lobby Hotel Yang Berada di Lantai 3 Stasiun Medan

Kasurnya Sangat Nyaman

Complimentary Food & Drinks

Area Kamar Mandi Dengan Disediakan Amenities & Toiletries Yang Memadai

Inilah hotel yang gw maksud, D'Prima Hotel Medan. Waktu itu booking via Agoda semalemnya Rp. 350.000. Dan untuk harga segitu, kamar hotelnya sih bagus banget. Nggak sesempit kamar standar hotel budget biasanya. Spring Bed-nya ukuran Queen, dengan bantal yang empuk dan selimut yang sangat comfy. Kamar mandinya juga masih cukup lega, dengan tersedia toiletries & amenities. Yang bikin gw takjub, dapet complimentary cup noodle, air mineral, serta kopi, teh, dan gula sachet untuk dua orang. Worth it banget kan harga segitu? 

Satu tips penting dari review yang gw baca di Agoda tentang hotel ini, dan juga berdasarkan fakta di lapangan: Pilih kamar yang menghadap ke Jalan Stasiun (ke arah Lapangan Merdeka), jangan yang menghadap ke dalam stasiun. Walaupun seru juga bisa sambil liat kereta lalu lalang dari jendela kamar, tapi bisa-bisa kita nggak bakal tidur dengan nyaman karena suara pengumuman kereta datang-pergi dari pengeras suara yang ada di stasiun lumayan kenceng bunyinya.

D'Prima Hotel Medan
Jalan Stasiun No. 1
Medan 20112, Sumatra Utara
www.dprimahotel.com

Makan Malam di Merdeka Walk



Setelah leyeh-leyeh sebentar di Hotel dan udah abis mandi, badan jadi seger untuk jalan kaki lagi tentunya untuk cari makan malam. Satu tempat makan yang wajib banget didatengin kalo lagi ke kota Medan apalgi kalo bukan di Merdeka Walk. Pusat makanan ini hits banget terutama di kalangan anak muda buat nongkrong-nongkrong, karena di area pelatarannya nggak jarang diisi dengan berbagai hiburan seperti live music, dan juga jadi pusat ajang kreatifitas seperti break dance, rap, dan band performance. Lokasinya juga sangat strategis, karena berada tepat di jantung kota Medan yaitu di Lapangan Merdeka. Dan berhubung gw nginep di Stasiun Medan, tempat ini jaraknya bener-bener cuma selemparan batu karena letaknya berseberangan.




Ada banyak banget gerai makanan dan juga restoran yang berderet di Merdeka Walk ini. Udah sempet keliling-keliling akhirnya duduk deh di depan restoran Jala-Jala. Walaupun udah jelas duduk di depan suatu restoran, bukan berarti kita harus pesen dari restoran itu. Karena pas gw udah duduk, semua pelayan dari resto-resto yang ada di sebelah pun ikutan nyodorin menu. Waaw, jadi bingung deh ini mau pesen dari yang mana. Gw bolak balik deh itu lembaran menu demi menu yang ada, pas liat ada Seafood Horfun, gw langsung pilih itu aja gak tau deh dari menu restoran yang mana. Horfun itu masih sejenis kwetiaw, karena sama-sama dibuat dari tepung beras. Mungkin karena masih kebawa suasana dari Penang kali ya, jadi tetep milihnya makanan peranakan... Hahaha....

Sambil nunggu makanan di masak, ada pula pelayan dari Jala-Jala yang keliling-keliling sambil bawa nampan berisi Dim Sum. Kayanya enak juga nih makan Horfun sambil ngemil Dim Sum, ambil deh satu jenis Dim Sum goreng yang gw gak tau namanya apa, tapi pokoknya bentuknya bulat, di luarnya pake potongan roti tawar dan dalemnya berisi udang. Kirain bisa langsung gw makan, tapi ternyata pelayannya bawa ke dalem dulu buat di goreng lagi biar panas pas disajiin. Comments about the foods: Horfun-nya payah, mie-nya masih keras, dan rasa kuahnya agak amis bau telur. Jadi jelas nggak recommended. Tapi Dim Sum-nya enak, cuma harganya aja rada mahal. Kalo gak salah inget sekitar hampir 30 ribu Rupiah. Jadi kesimpulannya: Makanan di Jala-Jala lebih enak dari resto sebelahnya, tapi harganya juga lebih mahal.

Merdeka Walk
Lapangan Merdeka Medan
Jam Buka: Senin-Jumat (11:00-00:00), Sabtu (11:00-02:00)

Foto-foto Suasana Malam Hari Kota Medan



Setelah perut kenyang, energi langsung fully recharged. Tapi karena udah malem dan karena udah abis traveling di Penang tiga hari, jadi kaki nih yang berasa pegel walaupun badan masih kuat jalan. Walhasil gw cuma foto-foto di sekitar Merdeka Walk aja. Di sini memang ada banyak bangunan kolonial yang cukup menarik buat difoto, salah satunya persis di depan Merdeka Walk ada Medan City Hall, yang sekarang difungsikan sebagai ballroom-nya hotel Aston. Lanjut jalan lagi, di samping hotel Aston tadi ada bangunan kolonial juga yang sekarang dipake sama Bank Mandiri. Bergeser sedikit, ada bangunan kolonial lainnya yang cukup menjadi ikon kota medan yaitu London Sumatra atau yang sering disingkat Lonsum.



Lokasi terakhir yang gw foto adalah Stasiun Medan dong, sekalian balik ke hotel. Stasiun ini juga merupakan bangunan kolonial bergaya Art Deco yang cukup mengagumkan. Motret stasiun ini bisa dari arah depan yaitu dari Jalan Stasiun, atau kalo mau foto bagian dalem stasiun dengan rel-rel serta kereta yang ada, kita mesti naik ke atas jembatan Titi Gantung. Jembatan tua ini adalah peninggalan kolinial Belanda yang berfungsi sebagai tempat lalu lintas pejalan kaki, sepeda, dan juga motor supaya nggak melintasi rel. Memang spot yang menarik, karena di sini ternyata kalo malem banyak juga anak-anak muda yang pacaran di atas motor. Mungkin buat mereka romantis juga ya sambil liat lampu kota, kereta yang datang dan pergi di stasiun, juga kelap-kelip layar LED raksasa dari Mall Centrepoint yang ada di belakang stasiun.

---

Baru ngerasain suasana malam di Medan aja udah banyak ya tempat-tempat menarik di kota ini. Silahkan baca juga bagian ke dua dari tulisan ini yang akan mengulas lebih banyak lagi tempat wisata di Medan. Stay tune!

You Might Also Like

0 comments

Like Me on Facebook

Pinterest Board

Subscribe