Bulan Madu di Jepang, Hari ke-2: Tokyo Disney Sea

Friday, January 16, 2015

Di postingan kali ini aku sengaja bakal nampilin lebih banyak foto-foto dengan sedikit teks dengan tujuan agar kalian bisa ngeliat keseruan yang kami alami selama berada di Tokyo DisneySea. Tapi harap maklum ya kebanyakan foto-foto diambil bukan saat menaiki wahana, karena memang tidak memungkinkan berfoto saat menaiki wahana, apalagi di wahana-wahana yang menantang adrenalin. Happy reading!

Journey to The Center of The Earth




Wahana ini pada dasarnya adalah kereta yang didesain layaknya mobil pengeboran tambang. Setiap satu kereta bisa mengangkut enam orang. Perlahan kereta bergerak masuk ke dalam gua yang gelap dan kemudian kita mulai bisa melihat stalagtit-stalagmit kristal yang dihujani lampu berwarna-warni. Kereta melaju lagi, dan kemudian kita berada di hutan jamur raksasa. Sampai pada akhirnya kita masuk ke sarang makhluk-makhluk aneh penghuni perut bumi... Seketika ada makhluk yang menyemburkan api! Untuk menghindarinya, kereta bergerak mundur dengan kencang. Berbelok, lalu berhenti sejenak. Kemudian seketika kereta melaju dengan sekencang-kencangnya di trek yang menanjak terjal. Saat akan menabrak langit-langit, tiba-tiba saja langit-langit itu terbuka. Sedetik kami menyadari bahwa kami sedang berada di ketinggian. Uh-oh, kereta itupun meluncur turun seperti layaknya roller coaster.

Indiana Jones Adventure: Temple of The Crystal Skull



Hampir sama dengan wahana sebelumnya, permainan ini juga berbasis kereta. Dengan konsep cerita penjelajahan kuil Crystal Skull, kereta yang didesain seperti mobil Jeep off-road itu akan berjalan-jalan keliling kuil ini dengan gerakan-gerakan manuver tajam khas off-roader yang sedang melewati jalanan berbatu. Tapi aku bilang permainan ini overall agak datar. Nggak ada efek surprsing atau apapun yang menantang adrenalin.

Snacking: Expedition Eats


Photo courtessy of disneytouristblog.com

Di Tokyo Disney Sea banyak terdapat gerai penjual snack yang biasanya disesuaikan dengan tema-tema area tempat gerai tersebut berada. Setelah selesai dengan wahana Temple of Crystal Skull, rasanya kami ingin menjajal sebuah gerai snack Expedition Eats yang menjual semacam hot dog, hanya saja rotinya lebih keras seperti roti baguette. Snack ini mereka namakan Yucatan Sausage Roll. Bentuk gerainya didesain seperti truk tua yang kemudian disulap menjadi food truckSnack seharga ¥430 ini cukup mengeyangkan, dan sosinya terasa sangat enak dan berkualitas. 

Electric Railway



Saking luasnya Tokyo DisneySea, tentu akan sangat melelahkan kalau kita mencapai wahana satu dan lainnya dengan berjalan kaki. Untungnya disini tersedia kendaraan yang dapat membantu kita menjelajah theme park ini seperti salah satunya DisneySea Electrical Railway yang menghubungkan area belakang (Lost River Delta & Port Discovery) dengan area depan (American Waterfront & Mediterranean Harbor). Karena wahana berikutnya yang ingin kami coba berada di area American Waterfront, so kereta ini tentu akan sangat memudahkan. Gerbongnya sendiri didesain dengan tampilan yang sangat klasik seperti trem-trem yang ada di Eropa. Dengan jalur yang melayang (elevated railway), sensasi menaiki kereta ini sangat asik karena juga dapat menyaksikan pemandangan area-area yang ada di DisneySea dari ketinggian.

Toy Story Mania




Setelah kami turun dari kereta Electric Railway, area ini langsung menyita perhatian karena keindahan dekorasi lampu-lampunya yang meriah layaknya karnaval. Selain karena memang lebih suitable untuk anak-anak, kami sengaja tidak mencoba wahananya karena sekedar ingin berfoto dan sudah tidak sabar ingin segera ke.... 

...Tower Of Terror!



Dari seluruh wahana yang kami coba selama di Tokyo DisneySea, inilah yang best of the best! Tema dari wahana ini berlatar belakang tahun 1912 di kota New York dimana terdapat sebuah hotel yang memiliki julukan "Tower of Terror". Disebut demikian setelah menghilangnya pemilik hotel ini secara misterius. Komunitas New York City Preservation Society telah selesai merestorasi hotel ternama ini dan kemudian membuka kesempatan kepada publik untuk dapat berkeliling di dalamnya. 

Nah, ceritanya kami dan pengunjung lainnya ini adalah peserta tour yang sedang diajak berkeliling melihat-lihat hotel. Satu persatu ruangan kami masuki, sampai pada akhirnya kami dipersilakan untuk masuk ke dalam lift dimana terdapat serangkaian tempat duduk. Disinilah permainan wahana ini dimulai. Kami kemudian dibawa lebih tinggi lantai demi lantai. Sesekali terjadi sudden drop ke lantai yang lebih rendah. Sampai ketika klimaksnya, lift melaju ke lantai yang paling tinggi seperti layaknya ketapel yang dilepas. Pada titik tertingginya, lift berhenti sejenak. Tiba-tiba jendela terbuka, dan kami semua yang ada di dalam lift bisa melihat seluruh penjuru DisneySea. Hmmm... perasaan kami nggak enak. Sedetik kemudian, lift-pun terjun bebas ke lantai yang paling rendah....

American Waterfront


Semua wahana yang seru-seru sudah kami naiki. Agenda berikutnya adalah menyaksikan pertunjukan     Fantasmic sebagai puncak dari kunjungan kami di Tokyo DisneySea. Tapi karena masih ada waktu tersisa sebelum pertunjukan ini dimulai, kami tentu tidak melewatkan berfoto-foto di area American Waterfront ini dimana setting-nya seperti sedang berada di pelabuhan yang terdapat kapal pesiar yang sedang bersandar.

Fantasmic!


Pertunjukan Fantasmic ini dipentaskan di area Mediterranean Harbor. Tepatnya di danau buatan yang terletak di tengah-tengah Tokyo DisneySea. Dengan gabungan special effects yang memanfaatkan air mancur sebagai layar untuk memproyeksikan gambar, laser, lampu, api dan fireworks, pertunjukan ini memang sangat-sangat spektakuler.



 

Adegan pertama memunculkan Mickey yang menari-nari diatas topi penyihir raksasa. Berikutnya secara bergantian adalah parade kapal yang diatasnya membawa karakter-karakter kartun Disney yang sangat terkenal dari film animasi Lion King, Aladdin, serta Cinderella. Adegan diakhiri ketika Mickey Mouse berhasil mengalahkan naga raksasa ciptaan penyihir jahat. Selanjutnya karakter-karakter Disney lainnya seperti Daisy, Donald, Minnie Mouse, dan masih banyak lagi seraya muncul merayakan kemenangan Mickey. Dan pertunjukan ini ditutup dengan pertunjukan kembang api yang sungguh sangat tidak terlupakan.

Tokyo Disney Sea
Entrance Fee: ¥6400
For Park Operation Date & Hour, visit: www.tokyodisneyresort.jp


Makan Malam di Matsuya



Saking excited-nya aku di Tokyo DisneySea, sampai-sampai aku nggak ngerasa lapar padahal terakhir makan adalah siang hari tadi di Coco Ichibanya, selain tentunya snack Yucatan Sausage Roll. Berhubung saat meninggalkan DisneySea sudah larut malam, akhirnya aku putuskan untuk makan malam di daerah Gotanda aja. Untungnya masih ada beberapa restoran yang buka waktu itu.

Mesin kupon di restoran cepat saji Matsuya
Source http://gssq.blogspot.com

Kamipun akhirnya memilih restoran Matsuya ini untuk makan malam. Untuk sekian kalinya kami heran seklaigus kagum. Saat itu di restoran ini hanya ada satu orang saja yang bertugas sebagai pelayan sekaligus memasak makan untuk kami. Padahal selain kami, ada juga beberapa customer lainnya yang sedang makan malam disitu. Cara memesan makanan di resto ini juga menggunakan mesin kupon, sama seperti resto ramen Ranmaru yang kami kunjungi kemarin. Menu makanan disini kurang lebih jenisnya adalah Gyudon atau beef bowl.

Matsuya
Brick building, 2-4-1 Higashigotanda
Shinagawa-ku, Tokyo, 141-0022
Cost for two: ¥ 1000 ~ 1200
www.matsuyafoods.co.jp/menu


Our experience was just getting more and more exciting in Tokyo. Besok, alias di hari ke-3, adalah hari dimana kami akan pergi keluar dari kota Tokyo, yaitu tepatnya ke kota Kawasaki untuk mengunjungi Museum Doraemon, serta ke kota pelabuhan Yokohama. Pengalaman yang tidak terlupakan juga adalah saat menaiki kereta tercepat di dunia. Apalagi kalau bukan kereta Shinkasen, yang kami tumpangi dari Yokohama untuk kembali ke Tokyo. Baca semuanya di postingan berikutnya, "Bulan Madu di Jepang, Hari ke-3: Museum Doraemon, Museum Ramen Yokohama, & Naik ShinkansenStay tune! ;)





You Might Also Like

0 comments

Like Me on Facebook

Pinterest Board

Subscribe