Langkah-langkah Nyaman Mengurus E-Paspor untuk Anak

Monday, March 28, 2016



Sebagai Bapak dan Ibu yang hobby jalan-jalan, menyiapkan paspor sedini mungkin untuk anak kami, Hazel, adalah hal yang sangat bijak. Karena bagi kami, ide untuk bepergian ke negara tetangga seperti contohnya Singapura atau Malaysia bisa saja terjadi secara spontan. Sehingga tanpa harus menunggu ada niatan untuk traveling, paspor sebaiknya sudah harus sedia.
Kebetulan beberapa waktu yang lalu, paspor biasa milik Saya yang sudah habis berlaku, Saya ganti dengan paspor elektronik atau yang dikenal dengan sebutan E-Paspor. Maka kemudian Hazel juga kami buatkan jenis paspor yang sama. Keuntungan memiliki jenis paspor ini adalah pembebasan Visa dari beberapa negara (pada saat tulisan ini diturunkan), yaitu: Taiwan, Jepang, & Korea Selatan (Baca syarat-syaratnya di sini). Selain itu kita tidak perlu berlama-lama antri di pintu pemeriksaan imigrasi bandara, karena bisa langsung menuju ke gerbang otomatis (Autogate) di bagian penerbangan internasional.
Dengan adanya keuntungan-keuntungan tersebut, maka Saya rela untuk merogoh kocek lebih dalam untuk E-Paspor ini yaitu sebesar Rp. 660.000. Sementara paspor biasa harganya hanya Rp. 305.000 saja. Dan berbeda dengan paspor biasa yang bisa diurus secara online untuk proses memasukkan dokumen, paspor elektronik atau E-Paspor ini hanya bisa diurus secara walk-in alias harus datang ke kantor imigrasi untuk seluruh prosesnya. Maka, datang sepagi atau sesubuh mungkin ke kantor Imigrasi adalah hal yang sangat diperlukan kalau Anda mau kebagian nomor antrian!
E-Paspor sementara hanya dapat dilayani di:
1. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan
2. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat
3. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta
4. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat
5. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara
6. Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok
7. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya
8. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam
---

Dokumen Yang Perlu Dipersiapkan
untuk Pembuatan Paspor Anak



Semasa Saya kecil dulu, peraturan imigrasi mengijinkan anak yang usianya masih di bawah 17 tahun untuk bisa pergi ke luar negeri dengan paspor orang tuanya. Namun sekarang Direktorat Jendral Imigrasi mewajibkan anak usia 0-17 tahun untuk memiliki paspor sendiri. Nah, berikut adalah dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan untuk permohonan pembuatan paspor Anak, baik Elektronik maupun paspor Biasa:

1. Akte Lahir Anak

Bawalah Akte Lahir anak yang asli dan yang telah difotokopi hanya boleh di kertas A4.

2. KTP Orangtua
Siapkan KTP asli Anda dan pasangan, beserta fotokopi dari keduanya. Perlu diingat bahwa dalam mempersiapkan berkas untuk paspor anak, segala hal yang berhubungan dengan berkas orangtua, itu berarti harus menyiapkan berkas milik ayah dan ibu (tidak bisa salah satu saja). Sekali lagi, fotokopi hanya boleh di kertas A4, dan tidak diperkenankan untuk dipotong.

3. Kartu Keluarga
Bawalah Kartu Keluarga yang asli dan yang telah difotokopi. Pastikan bahwa nama anak Anda sudah tercantum di KK. Sebagai contoh, saat mengurus paspor ini KK Saya dan Istri masih sendiri-sendiri, namun nama anak sudah tercantum di KK Istri. Maka dokumen yang perlu dibawa dan difotokopi adalah KK milik saya dan KK milik Istri.

4. Ijazah dan atau Akte Lahir Orangtua
Sebetulnya menyertakan Akte Lahir orangtua (suami-istri) saja sudah cukup, namun terkadang Ijazah diperlukan apabila ada perbedaan atau kesalahan pencantuman nama pada Akte Lahir. Bawa yang asli dan fotokopian.

5. Buku/Akta Nikah Orangtua
Siapkan buku/surat nikah asli dan yang telah Anda fotokopi di kertas A4, jangan dipotong.

6. Paspor Orangtua
Bawa yang Asli dan yang fotokopian. Pastikan Paspor masih berlaku. Jika paspor Anda atau pasangan Anda sudah tidak berlaku, maka terlebih dahulu paspor tersebut harus diurus/diperbarui untuk kemudian menjadi syarat pembuatan paspor anak.

Oh iya, kalau Anda mengurus E-Paspor untuk anak ini sebagai pengganti dari paspor anak Anda yang lama, maka Anda wajib menyertakan paspor lamanya beserta fotokopiannya juga.

7. Surat Pernyataan Tertulis
Lampirkan Surat Pernyataan Tertulis dari orangtua yang dibubuhkan materai Rp 6.000,- dan ditandatangani oleh ayah dan ibu dari Si Anak. Surat ini juga dijual di koperasi kantor Imigrasi sehingga Anda tidak perlu repot untuk membuatnya sendiri. Namun perlu diingat bahwa antrian di koperasi juga bisa cukup panjang.

---

Langkah-langkah Agar Anda dan Anak

Nyaman Saat Mengurus Paspor 

   

Seperti yang sudah Saya sebutkan sebelumnya, mengurus E-Paspor hanya bisa dilakukan secara walk-in di kantor-kantor Imigrasi tersebut di atasSebagai acuan tips yang saya bagikan ini, Saya mengurus E-Paspor di Kanim Kelas I Khusus Jakarta Selatan, di mana hanya memiliki kuota 150 nomor antrian walk-in, 150 nomor antrian online, dan 30 nomor antrian untuk priority (Lansia dan Anak). Anda bisa check kuota Kantor Imigrasi lainnya di sini. Maka dari itu Saya menyarankan agar Anda datang sepagi mungkin ke kantor Imigrasi. Berikut tips dan trik selengkapnya:

  • Sekitar pukul 5.00 pagi atau bahkan bisa lebih awal, orang-orang sudah mulai mengantri walaupun kantor Imigrasi Jakarta Selatan belum buka. Namun ada petugas security yang akan memberi Anda Kartu ID visitor dengan nomor sesuai urut kedatangan. Nomor kartu ini juga sebagai penanda masih tersedianya kuota nomor antrian. Kalau Anda tidak kebagian kartu ini, tandanya Anda kurang pagi datang ke Kantor Imigrasi. ;) Semakin pagi Anda datang, proses berikutnya yaitu wawancara, foto, dan scan sidik jari juga akan mendapat giliran lebih awal. Anda dan anak Anda jadi tidak perlu menunggu lebih lama, kan?
  • Nah, enaknya kalau kita mengurus paspor ini bersama dengan si kecil, kita akan diberikan kartu ID visitor khusus golongan priority yang akan mendapat kesempatan lebih dulu untuk dilayani. Dan perlu diingat, Kanim Kelas I Khusus Jakarta Selatan kuota golongan ini hanya disediakan 30 nomor saja. 
  • Pukul 7.00, kita akan diminta untuk berbaris sesuai dengan nomor ID Visitor tadi, dan Anda akan diminta untuk memisahkan dokumen-dokumen Asli dengan yang fotokopian, sebelum nantinya dipersilahkan ke lantai dua untuk mengambil nomor antrian yang sebenarnya.
  • Kalau golongan priority, kita tidak perlu berbaris karena ada ruang tunggu khusus di lantai 1. Saat yang golongan reguler diminta berbaris, kita sudah dipersilahkan naik ke lantai dua.
  • Di lantai dua, kelengkapan dokumen asli akan dicek terlebih dahulu sebelum Anda diperkenankan mengambil nomor antrian. Apabila ada dokumen yang tidak lengkap, Anda lebih baik pulang dan kembali ke kantor Imigrasi tersebut di lain waktu.
  • Kalau kuota priority masih ada, anak Anda akan diberikan nomor antrian dengan kode awalan 1, Contohnya "1-028". Golongan priority ini akan dipanggil paling awal untuk proses pemasukan dokumen, wawancara, foto, dan scan sidik jari. Kalau kuota priority sudah habis, maka nomor antrian memiliki kode awalan 2. Contohnya "2-019". Dengan satu ID visitor priority, kita bisa mengambil beberapa nomor antrian untuk ayah, ibu dan Sang anak.
  • Nomor antrian tadi diberikan bersamaan dengan map serta formulir permohonan pembuatan paspor yang nanti Anda perlu isi. Sebutkan kalau Anda ingin membuat paspor elektronik. Maka map akan dicap "E-Paspor" dengan tinta berwarna merah.
  • Sambil menunggu loket pelayanan dibuka, Anda bisa mengisi formulir permohonan pembuatan paspor. Namun orang-orang juga akan langsung menyerbu koperasi untuk keperluan fotokopi, membeli materai, ataupun surat pernyataan tertulis orangtua yang wajib Anda sertakan untuk mengurus paspor Anak. Maka kalau ada hal yang sangat perlu Anda lakukan atau dibeli di koperasi, segeralah menuju ke sana sesudah mendapatkan nomor antrian.
  • Antrian di koperasi bisa sangat panjang, maka saya sangat menyarankan semua dokumen sudah Anda fotokopi dengan format yang benar yaitu A4, dan jangan dipotong. Kesalahan umum yang biasa orang lakukan adalah fotokopi KTP atau Paspor yang mereka sertakan dipotong/di-crop. Anda akan diminta fotokopi ulang dengan format yang benar apabila Anda melakukan kesalahan semacam itu. Dan hal tersebut bisa membuat proses mengurus paspor menjadi lebih lama.
  • Adalah langkah yang bijak kalau Anda bisa membuat sendiri surat pernyataan tertulis orangtua, lengkap dengan materai Rp. 6000, dan ditandatangani oleh Anda sendiri dan juga pasangan. Hal ini mencegah Anda terjebak antrian yang panjang di koperasi, yang bisa membuat anak Anda jadi tidak nyaman atau bahkan rewel.
  • Bagi Ibu yang masih menyusui tidak perlu khawatir, di Kanim Kelas I Khusus Jakarta Selatan tersedia Nursery Room. Juga ada mini-playground untuk anak-anak bermain agar mereka tidak cepat bosan.

  • Bawalah snack atau makanan, dan juga minuman untuk anak Anda. Karena mungkin saja proses menunggu panggilan wawancara ternyata cukup lama.
  • Proses wawancara, foto, sampai scan sidik jari dilakukan di satu loket yang sama sehingga sangat praktis. Apabila semua dokumen lengkap dan benar, waktu yang diperlukan pada keseluruhan proses ini adalah 20 menit. Jadi Anda bisa mengira-ngira berapa lama waktu tunggu sampai ke nomor antrian Anda.
  • Apabila waktu tunggu antrian wawancara Anda ternyata masih cukup lama, Anda bisa membawa anak Anda ke luar kantor imigrasi untuk makan, misalnya. Dan pantau panggilan nomor antrian Anda secara online di http://infoantrianpaspor.imigrasi.go.id yang juga bisa diakses dari Smartphone. Sehingga kalau nomor antrian sudah dekat, Anda bisa kembali ke kantor imigrasi.
  • Setelah semua proses dilewati, petugas di loket tadi akan memberikan Anda form pengantar pembayaran paspor. Pembayaran hanya dapat dilakukan di Bank BNI. Kalau kebetulan Anda pemegang kartu ATM BNI, anda bisa melakukannya di mesin ATM BNI yang ada di lantai 1. Namun jika Anda bukanlah nasabah BNI, Anda bisa melakukan pembayaran secara langsung di teller bank BNI cabang mana saja. Proses pembayaran bisa dilakukan di atas jam 12.00 siang. (Sepertinya jeda waktu ini dilakukan agar data Anda sudah dipastikan masuk ke sistem)
  • E-Paspor bisa diambil setelah lima hari kerja dari tanggal pembayaran, sementara Paspor biasa hanya tiga hari kerja saja.
  • Apabila Anda akan meminta orang lain (orang yang tidak tercantum dalam satu KK dengan Anda) untuk mengambil paspor yang sudah jadi, Anda wajib menyertakan surat kuasa pengambilan paspor dengan dibubuhi materai Rp. 6000. Apabila Anda tidak tahu bagaimana harus menyusun kata-kata, surat kuasa lengkap dengan materainya juga bisa dibeli di Koperasi Kantor Imigrasi. Satu surat kuasa hanya bisa untuk mengambil satu nama paspor. Kalau Anda mengurus beberapa paspor, buat surat kuasa untuk masing-masingnya.
Demikian tips dan trik untuk Anda mengurus E-paspor untuk anak Anda. Dengan paspor di tangan, kini saatnya Anda menyusun rencana liburan ke luar negeri bersama anak Anda! :)

You Might Also Like

0 comments

Like Me on Facebook

Pinterest Board

Subscribe