Hazel First Travel Experience: Singapore

Thursday, July 14, 2016


Memang beruntung kami sudah menyempatkan bikin paspor untuk Hazel. Sehingga ketika kemarin ada urusan ke Singapura, kami jadi bisa bawa Hazel untuk sekalian liburan singkat di sana. Kebetulan memang timing-nya juga tepat. Minggu-minggu menjelang bulan puasa, harga tiket pesawat lagi relatif murah. Setidaknya untuk ukuran maskapai sekelas Singapore Airline. Memang sejak honeymoon ke Jepang waktu itu, kami jatuh cinta dengan SQ. Duh maaf ya Garuda Indonesia, bukannya kami nggak cinta produk dalam negeri lho... Tapi kebetulan kok ya selalu dapet harga tiket SQ yang lebih murah. Hehehe... Karena Hazel masih dibawah dua tahun, jadi cuma bayar sekitar sepuluh persen dari harga tiket dewasa. Whaat??? Mari traveling sebanyak-banyaknya sebelum dia dua tahun! Hahaha...


Alhamdulillah, Hazel itu anak yang nggak nyusahin alias sangat kooperatif kalau traveling. Di pesawat juga dia lebih banyak tidur, dan sama sekali nggak rewel. Yang penting, sebelum on board perutnya udah harus kenyang duluan. Hehe... Makanya kami menyesuaikan pemilihan jam penerbangan dengan jam makan dan tidurnya. Walaupun usianya masih kurang dari sebelas bulan, tapi Hazel sudah mulai makan nasi padat. Jadi ini menjadikan kemudahan tersendiri karena kami tidak perlu menyiapkan makanan khusus buat dia. Ini juga berarti barang bawaan kami jadi lebih ringkas.

Hotel


Untuk penginapan, banyak hal yang jadi pertimbangan kami. Beberapa di antaranya adalah lokasi, akses ke transportasi publik (MRT/ bus), dan adanya fasilitas kolam renang. Namanya juga bawa anak kecil, berenang adalah salah satu aktifitas yang tentu sangat menyenangkan bagi mereka.

Setelah riset dari berbagai hotel, akhirnya pilihan jatuh ke Grand Park Orchard. Sesuai namanya, hotel ini berlokasi tepat di salah satu jantung turisme Singapura, yaitu Orchard Road. Atau yang dikenal dengan istilah Singapore shopping belt. Lokasi yang strategis memang sangat crucial kalo kita berlibur bersama balita. Kami hanya perlu berjalan kaki dari hotel untuk bisa jalan-jalan di seputaran Orchard. Tapi itu semua kembali harus disesuaikan dengan itinerary kita mau kemana dan mau ngapain aja. 

    

Selain lokasinya yang prima, pendapat kami tentang hotel ini sih so-so aja ya. Mereka mengklaim bahwa hotel mereka bintang lima. Tapi pengalaman yang kami rasakan tidak seperti itu. Seperti misalnya saat pertama mau masuk ke kamar hotel, ternyata kamar untuk kami masih sedang dirapikan. Terpaksa kami harus menunggu beberapa saat di depan kamar, sampai akhirnya orang front office menemui kami untuk meminta maaf lalu memberikan kunci kamar yang berbeda. Kemudian space untuk sarapan pagi juga terbilang kecil untuk hotel sebesar itu. Sehingga dugaanku, antrian yang panjang adalah hal yang biasa terjadi di depan area restoran setiap waktu sarapan.

Grand Park Orchard 
270 Orchard Road, Singapore 238857
Tel: (65) 6603 8888
Fax: (65) 6603 8899
info.gpor@parkhotelgroup.com

http://www.parkhotelgroup.com/orchard



Ke Mana Saja?


Nah, soal itinerary... jangan terlalu banyak berharap kita bisa mengikuti semua jadwal yang sudah disusun. Berpergian dengan balita tentu akan berbeda dengan kita-kita yang sudah dewasa. Mereka punya jadwal makan yang lebih tertib, dan juga punya jam tidur yang sulit untuk ditawar. Menunda waktu makan dan tidur mereka malah akan menjadikan pengalaman traveling kita kurang menyenangkan, karena balita akan jadi cranky alias rewel. Jadi dari pengalaman kemarin, setiap pergi ke satu tempat, kami akan langsung pulang ke hotel lagi. Nggak bisa tuh yang namanya pergi seharian untuk sekaligus menuju beberapa destinasi. Inilah juga alasan kenapa kami memilih hotel yang centrally located. 

Hari Pertama


Hari pertama ini banyak terpotong waktunya untuk penerbangan. Saat tiba di Changi, kami harus kembali menyuapi Hazel makan. Lagi-lagi ada waktu yang tersita disini. Sesampainya di hotel, istirahat sebentar, lalu sorenya, kami berenang-berenang. Malam harinya kami pergi ke Marina Bay Sands naik MRT untuk cari makan malam. Itupun juga nggak bisa lama karena Hazel udah keburu ngantuk lagi.


Hari Kedua


Hari kedua adalah hari yang paling panjang untuk kami bisa jalan-jalan. Setelah sarapan pagi di hotel, kami berencana pergi ke mal Paragon yang letaknya persis bersebelahan dengan hotel kami. Tapi apa daya setelah Hazel kenyang dengan makan paginya, ia mulai mengantuk. Maka kami harus naik ke kamar dulu untuk memberikan kesempatan bagi Hazel minum ASI dan tidur.

Setelah kurang lebih satu jam, Hazel bangun dari tidurnya. Barulah kami bisa pergi. Selain bisa keliling cuci mata alias window shopping, ada fasilitas berupa area bermain anak di lantai paling atas. Untuk yang gratis ada permainan kuda-kudaan dan perosotan. Namun juga ada permainan berbayar berupa mobil-mobilan dan kereta-keretaan yang dioperasikan dengan memasukkan koin. Rata-rata setiap permainan di situ memerlukan dua koin. Satu koinnya seharga S$1, yang bisa dibeli dengan menukarkan uang kita ke vending machine.


    

Tiba saatnya makan siang. Dari segi budget, makan di Orchard yang harganya paling masuk akal tentu adalah di food court. Langsung deh kami nyebrang ke Ngee Ann City atau yang lebih dikenal sebagai Takashimaya oleh wisatawan Indonesia. Hazel udah mulai rewel tuh karena tidak betah lama-lama duduk di stroller. Kalau sudah gini, jalan keluarnya adalah digendong dengan menggunakan baby carrier. Dan mungkin karena nyaman, iapun lalu tertidur. Jadilah si Ibuk makan siang sambil menggendong anak Kanguru. Makanan favorit kami di sini adalah Nasi Briyani. Pilihan lainnya di food court ini ada Sate Ayam, Nasi Hainam, Kway Teow, Yong Tau Foo, juga waralaba makanan cepat saji dari Jepang, Yoshinoya.

Food Village
391 Orchard Rd, Ngee Ann City
Singapore 238873
Phone: +65 6505 0500
Operating hour: 10AM - 9.30PM



Sore harinya kami menuju ke Fullerton Park untuk berfoto di depan patung Merlion. Duh, turis banget gitu nggak sih... Hahaha. Tapi sebagai penanda bahwa Hazel sudah pernah ke Singapura, maka wajib lah untuk mengabadikan diri di depan landmark ini. Kami pergi naik bus nomer 167 dari halte Opp. Mandarin Orchard yang kebetulan tak jauh dari hotel kami. Tarifnya cuma sekitar satu dolar sekian sen lah per orang. Selanjutnya kami berhenti di halte OUE Bayfront. Dari situ tinggal jalan kaki gak nyampe seratus meter, udah keliatan deh itu si patung Singa Duyung.

   

Selanjutnya untuk menikmati Singapura dari sisi yang berbeda, mesti cobain naik Singapore River Cruise dari titik pemberangkatan terdekat yaitu dari Merlion Park Jetty. Biayanya S$25 per orang untuk satu putaran (sekitar 40 menit). Selain untuk melihat pemandangan Singapura dari dalam kapal, penumpang bisa sambil menyimak penjelasan sejarah melalui video multimedia. Khususnya sejarah Singapura yang terkait dengan area-area di sekitar sungai yang sedang dilalui oleh kapal.

Untuk kembali ke Hotel, lagi-lagi kami naik bus. Kali ini nunggu busnya dari halte depan gedung teater Esplanade. Bus nomer 171 lah yang membawa kami menuju ke Orchard. Karena kami memang mau ke mal Sommerset, maka kami turun di halte Sommerset Stn. Tadinya kami mau makan malam di mal ini, yaitu tepatnya di resto Saizeriya. Tapi ternyata antriannya sangat panjang. Akhirnya setelah mencari-cari tempat makan ke sana ke mari yang semuanya full house, end up-nya kita makan malam di food court Ngee Ann City lagi... Haha... Yang kita lupa saat itu adalah Jumat malam. Jadi wajar kalau semua tempat makan dan tempat nongkrong penuh semua.

Hari Ketiga



Pagi berikutnya, saatnya Babab (panggilan Hazel untuk menyebutku) jalan-jalan sendirian ke Handerson Wave Bridge. Ini adalah jembatan pejalan kaki tertinggi di Singapura. Letaknya ada di Mount Faber Park yang masih sangat asri. Pemandangan di sekitarnya yang indah, serta bentuk jembatannya yang sangat unik bikin aku rela bangun pagi demi ke tempat ini. Udah pasti tujuan utamanya adalah foto-foto buat di-upload ke Instagram... hehe..





Berbekal aplikasi Google Map, menuju tempat ini dengan bus sangatlah mudah. Naik bus nomer 124 dari Orchard dengan jurusan Harbourfront, kemudian turun di halte Bef. Telok Blangah Hts. Tapi akibat kurang pede dengan info dari Google Map, eh jadinya malah turun beberapa halte sebelum yang seharusnya. Gak apa-apa lah, itung-itung jogging sambil menghirup segarnya udara Singapura.

Untuk menuju ke atas bukit dari jalan raya, kita harus menaiki tangga yang cukup terjal. Jadi memang kalau mau bawa anak ke sini mending naik taksi yang bisa mengantar kita langsung sampai ke Mount Faber Park. Suasana pagi itu cukup sepi, karena cuaca sedang hujan gerimis. Tapi itu tidak mengurangi semangatku untuk bisa foto-foto di sini.

Ketika gerimis mulai agak deras, akhirnya kuputuskan untuk segera kembali ke Hotel. Sampe di hotel langsung mandi, sarapan, lalu harus langsung berkemas-kemas untuk check out. Di sisa waktu yang kami punya itu kami hanya sempat pergi ke H&M di Orchard. Semua koper dan barang bawaan udah kita titipin di concierge. Jadi begitu sampe hotel lagi, kita lagsung cabut ke bandara naik taksi.

Terbang dengan A350-900



Buat orang yang punya interest dengan pesawat, pasti akan ngidam naik tipe pesawat yang satu ini. Dan inilah tipe pesawat terbaru yang dimilik oleh Singapore Airline. Sungguh beruntung bisa kedapetan naik A350-900 atau yang sering disingkat A359. Apa yang beda? Hmmmm... Untuk pengalaman di kabin sih gak ada yang terlalu gimana-gimana ya. Cuma emang bentuk pesawatnya aja yang keren. Kalo soal kabin, A380 sih yang lebih berasa lega. Secara body pesawatnya gede juga kan.

Semoga dalam waktu dekat bisa jalan-jalan lagi, dan bisa berbagi pengalaman di blog ini. Thanks for reading!

You Might Also Like

0 comments

Like Me on Facebook

Pinterest Board

Subscribe