Persiapan Upacara Tedak Siten Hazel

Tuesday, July 05, 2016


Tanggal 20 Maret 2016 yang lalu, kami mengadakan upacara Tedak Siten untuk anak kami, Hazel. Sempet maju-mundur sih sebenernya dalam merencanakan acara ini. Apalagi waktu ngitung budget pengeluarannya yang surprisingly nggak sedikit! Tapi berkat prinsip berhemat-cermat kami berdua, ada banyak hal yang bisa ditekan pengeluarannya... Hehe... Dan Alhamdulillah, acaranya berjalan sesuai rencana, kecuali Hazel yang lagi agak demam jadinya rewel dan mewek di sepanjang acara... :'(

Upacara Tedak Siten, atau yang lebih dikenal dengan nama "turun tanah", merupakan sebuah tradisi budaya Jawa yang diadakan saat seorang bayi berusia tujuh bulan. Tapi ini hitungannya berdasarkan kalender Jawa ya.... Beda dengan kalender Masehi, satu bulan (Lapan) dalam kalender Jawa terdiri dari 35 hari. (7 x 35 = 245 hari, atau setara dengan 8 bulan Masehi lah kira-kira). Berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, "Tedak/ tedhak" berarti 'menapakkan kaki', sementara "Siten" berasal dari kata "Siti" yang berarti 'tanah'. Di umur-umur segini emang bayi itu lagi mulai belajar jalan, jadi di sinilah momen-momen awal dia menyentuh tanah dengan kakinya.

Mungkin banyak juga orang Jawa, terutama yang sudah hijrah ke daerah-daerah lainnya, nggak lagi mengadakan Tedak Siten untuk anaknya. Tapi kalau saya sendiri ngeliat upacara ini sangat unik karena tidak ditemukan upacara serupa di suku-suku lainnya di Nusantara. Belum lagi doa dan harapan-harapan yang terkandung dibalik makna setiap prosesinya. Dan, yakin banget nih yang paling ditunggu-tunggu sama semua tamu di acara ini adalah saat mengetahui minat dan bakat sang anak yang konon tercermin melalui benda yang dipilihnya saat anak dimasukkan ke dalam kurungan ayam.

Sebelum kita ngebahas soal tahapan-tahapan prosesi di upacara ini, saya akan share terlebih dahulu proses persiapan acara ini terutama dari segi desain, dekorasi dan juga vendor-vendor yang terlibat.

Color Palette

Dalam merancang dekorasi ruangan untuk tedak siten ini, warna menjadi satu hal yang harus ditentukan paling awal. Bahkan sampai ke hal-hal yang paling detail seperti makanan dan packaging-nya pada dessert table harus terikat dengan palet warna yang sama. Secara garis besar warna-warna inilah yang saya gunakan...

Selanjutnya saya membuat denah 3D ala-ala pake Photoshop, dengan mengacu pada ruang tempat acara akan diadakan. Denah ini penting agar kita selalu punya pakem saat memilih style dan warna dekorasi, furnitur, dan elemen-elemen lainnya.


Printed Materials

Selain barang-barang dekorasi yang bisa dibeli (pom-pom, honeycomb, balloon, paper fan), saya mendesain sendiri materi cetak mulai dari hanging flag hingga yang diaplikasikan di meja dessert seperti stiker, label, dan cupcake topper. Untuk itu, selain warna juga perlu dibuat sebuah kesamaan nuansa desain dan logo acara. Setelah logo acara selesai didesain, barulah bisa diterapkan menjadi item desain lainnya.



Logo Utama Acara Tedak Siten Hazel




Elemen Turunan dari Logo Utama untuk Printed Materials Lainnya

Prosesi 


Untuk prosesinya sendiri, mungkin ada beberapa hal dari pakem yang tidak kami sertakan. Seperti misalnya ada berbagai jenis tumpeng, jajan pasar, ubi-ubian (telo kependem & telo gumantung), bubur merah-putih, menyebar udhik-udhik (beras yang diberi warna kuning & uang logam), serta sesi siraman. Berhubung kami menggunakan jasa sanggar hanya untuk sewa alatnya, tanpa menggunakan jasa pemandu adat, maka runutan acara yang kami adakan ini adalah yang menurut kami paling esensial dan merupakan hasil browsing dari blog satu ke blog lainnya:

1. Ceker-ceker & Membasuh Kaki



Dimulai dengan menjejakkan dan menggesekkan telapak kaki anak (seperti gerakan ayam mengais) ke tanah yang sudah disiapkan dalam wadah/ tampah, biasanya juga ditaburi mawar & melati sebagai hiasan. Kemudian kaki anak dibasuh dengan air bunga setaman (Bunga Kanthil, Melati, Kenanga, Mawar Merah & Putih). Selain sebagai simbol pertama kalinya anak menjejakkan kaki di bumi, makna dari sesi ini adalah harapan agar anak kelak bisa mandiri dalam mencari rezeki dalam hidupannya.

2. Menapaki Jadah 7 Warna


Jadah adalah kue tradisional yang terbuat dari ketan yang ditumbuk, lalu dicampur parutan kelapa, gula, dan sedikit garam. Berhubung Jadah ini tidak akan dimakan, kami memutuskan untuk membuat sendiri kue jadah ini. Jadah yang sudah matang dibagi jadi tujuh, lalu diberi pewarna makanan. Tidak perlu membeli semua warna, cukup beli tiga warna dasar saja yaitu merah, biru & kuning. Warna lainnya adalah percampuran dari dua ataupun tiga warna dasar tadi. Adapun penyusunan warna jadahnya adalah dari gelap ke terang: Hitam/Coklat (percampuran 3 warna) - Ungu (campuran biru & merah) - Hijau (campuran biru & kuning) - Biru - Kuning - Merah - Putih.

Ada yang menjabarkan makna masing-masing warna jadah ini. Tapi kalau aku sendiri sih intinya ini seperti menapaki warna-warni kehidupan, dan apapun jalan yang ditempuh mudah-mudahan selalu mendapatkan kemudahan (jalan yang terang) dari Allah SWT.

3. Menaiki Tangga Tebu


Selanjutnya anak dituntun untuk menaikki tangga yang terbuat dari batang Tebu Arjuna. Kenapa harus tebu? Ini terkait dengan makna filosofinya dalam bahasa jawa. Tebu dimaknai sebagai singkatan dari Anteping Kalbu, atau yang berarti pendirian yang mantap/ tegas. Tebu juga dianggap sebagai sesuatu yang manis, sehingga sesi naik tangga tebu ini merupakan harapan agar sang anak melalui manisnya hidup dalam mencapai cita-cita, prestasi, dan kedudukan yang tinggi. Maka dari itu setelah naik tangga, anak didudukkan pada kursi yang tinggi.

4. Masuk Kurungan Ayam

 

Nahh... Ini nih sesi yang paling ditunggu-tunggu. Anak akan dimasukkan ke dalam kurungan ayam, di mana di dalamnya sudah disediakan berbagai jenis barang ataupun mainan. Kalau anak takut sendirian masuk ke dalam kurungan, boleh juga ditemani oleh Ibu atau Ayahnya.


Banyak yang bilang kalau barang yang akan dipilih sang anak saat berada dalam kurungan ayam ini akan jadi profesinya kelak, atau at least, jadi sesuatu yang merupakan bakat dan minatnya. Contoh barang yang diletakkan dalam kandang ayam ini mulai dari buku, pensil, celengan, kalkulator, uang, bahkan kami juga menyertakan mainan microphone hingga stetoskop. Eh... Ternyata Hazel milih stetoskop lho! Wahh calon Dokter nih... Mudah-mudahan memang benar itu keinginanmu nanti ya nak... :)

5. Siraman


Loh bukannya tadi dibilang kalo sesi siraman di-skip? Yep. Jadi memang biasanya acara Tedak Siten ini ditutup dengan memandikan bayi dengan air bunga setaman. Tetapi agar acaranya terkesan lebih simple, maka kami memutuskan hanya membasuh-basuh saja tanpa harus membasahi seluruh badan. Karena kalau harus memandikan, berarti harus sedia handuk, popok, baju ganti, dll. Seperti yang kita tahu, makna dari siraman adalah menyucikan jiwa.

Steal the Look 


Untuk membuat tatanan dekorasi Tedak Siten yang lebih moderen seperti yang kami buat, hindari penggunaan warna-warna kayu gelap. Biasanya warna kayu gelap ada pada Gebyok (backdrop ukiran Jawa), kurungan ayam, serta kursi dengan tangga tebu. Kebetulan memang perabotan serta furnitur yang kami miliki banyak yang berwarna putih, jadi ini memberikan sedikit sentuhan gaya Shabby Chic.

Well, ini akan aku coba breakdown ya apa saja item yang bisa disiapkan:

Area Lantai

  • Sebagai alas, bisa gunakan karpet dengan warna senada dengan keseluruhan tema. Untuk corak usahakan jangan yang terlalu ramai atau jangan yang motifnya besar-besar.
  • Agar susunan Jadah terlihat stand-out, bisa dialasi dengan menggunakan runner, taplak meja yang memanjang, atau kalau mau ada sentuhan Jawa-nya bisa menggunakan kain jarik dengan motif yang cukup sederhana/ geometrik, contohnya motif Kawung. Disini aku tambahkan satu layer lagi yaitu kain batik jumputan motif cengkih berwarna pink muda.
  • Untuk meletakkan Jadah, biasanya piring akan dihias dengan daun pisang. Tapi untuk tampilan yang moderen, biarkan saja polos tanpa hiasan, dan gunakan piring berwarna putih. Bisa juga sebagai opsi, menggunakan cobek kayu warna muda.
  • Di sini untuk bokor (tempat cuci kaki), tampah untuk wadah tanah, dan gentong untuk siraman,  aku pakai yang memang disediakan oleh vendor peralatan upacaranya, jadi memang tampilannya tradisional. Tapi karena tidak mendominasi, hal ini justru sebagi touch saja.
  • Agar tidak terlihat kosong, aku juga menempatkan banyak sekali pom-pom kertas dengan berbagai ukuran, bentuk dan warna pada bawah meja. Ada juga hiasan berbentuk sarang burung yang aku letakkan di kiri dan kanan meja.

Backdrop
  • Acara adat Jawa, termasuk Tedak Siten biasanya dihiasi dengan Gebyok sebagai latar dekornya. Tapi karena aku ingin tampilan yang lain dari biasanya, maka inilah alternatifnya. Apabila Gebyok ingin tetap disertakan namun tetap ingin terlihat moderen, pilih yang telah dicat warna putih.
  • Backdrop ini terdiri dari tulisan nama anak yang disusun dari balon foil berwarna silver; tulisan tedak siten yang aku desain sendiri lalu merangkainya jadi flag chainpaper fan dengan berbagai ukuran, warna dan bentuk; serta balon biasa (latex).

Dessert Table


  • Dessert Table adalah salah satu elemen utama pada keseluruhan tatanan. Kalau patuh terhadap pemilihan tema warna, sudah pasti dessert table akan terlihat menarik dan serasi.
  • Maka pilihlah makanan-makanan, minuman, serta packaging seperti cup yang warnanya masih satu tema.

  • Elemen pendukung pada dessert table ini adalah baki, toples, ember aluminium, keranjang, cupcake stand, yang kesemuanya menjadikan display tidak datar atau flat.
  • Bila diperhatikan, ada garis imajiner yang membentuk huruf M pada penataan meja ini. Jadi kalaupun item-item yang Anda sajikan, serta elemen pendukung yang Anda miliki tidak sama dengan yang aku punya, susunlah dengan konfigurasi seperti di atas. Atau Anda juga bisa menyusun dengan bentuk garis huruf V terbalik, atau juga huruf W.

Vendor List

Terakhir, aku sertakan ya vendor-vendor yang terlibat di sini. Mudah-mudahan bisa membantu Anda yang juga akan mengadakan acara Tedak Siten.

Penyewaan Alat Upacara: 

Sanggar Chandra Rini
Jl. Jend. Sukamto No. 26 Duren Sawit, Jakarta Timur
Contact: 021-86608225, 085106461616, 08128964072
Email: chandrarini_jakarta@yahoo.com
Instagram: @chandrarini_
www.chandrarini.com

Sewa Meja Console Putih untuk Dessert Table:

Tatik Furni Kids
Jl. Pondok Pinang Raya No. 8 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Whatsapp: 081310706022
Line: tatikfurnikids
Email: tatikfurnianak@gmail.com
Instagram: @tatikfurnikids

Cupcake:

Ann's Cupcake
Contact Person: Acied
Line: @wjq2900I
Email: anns.cupcake@gmail.com
Instagram: @anns.cupcake

Pudding:

Ameira Kitchen
Contact Person: Nira - 08170048567
Instagram: @ameirakitchen

Balon Foil Huruf:

Fiji Shop (Tokopedia)
Whatsapp :083806131687
Pin :D0BA5D26
Website: www.tokopedia.com/fijishop

Pom-pom & Paper Fan:

Party Gaga
Contact: 081210977870, 082187819999
Website: www.partygaga.com
Instagram: @partygaga.id

Cece Favors
CSO: 087825855591, 087824968321
Line: @cecefavors
Website: www.cecefavors.com
Instagram: @cecefavors




You Might Also Like

0 comments

Like Me on Facebook

Pinterest Board

Subscribe