Persiapan Trip ke London & Paris

Monday, January 30, 2017


Fiuhhh... Udah lama gak update blog nih! Ampe ada sarang laba-laba lho di sini. Hehe... Padahal konten yang mau ditulis udah ada di kepala. Yaitu mengenai persiapan dan juga cerita kita selama trip ke London dan Paris di bulan November 2016 yang lalu. Karena sekarang lagi suka-sukanya bikin VLOG, jadi cerita trip kita kemarin lebih dulu muncul di YouTube ketimbang di Blog. Kalau mau nonton video kami, silahkan ke link ini ya...

Tapi jelas ada hal-hal yang tidak terdapat pada VLOG, dan akan saya tuliskan di blog ini. Seperti misalnya persiapan-persiapan, tips, hunting tiket murah, pengurusan visa, mencari penginapan, dan lain sebagainya. Oke, kalo gitu saya akan mulai dengan urusan yang paling mendasar. Hal yang (menurut saya) menjadi pemicu keberangkatan dalam sebuah trip: Tiket Promo!

Hunting Tiket Murah



Oke, kalo melihat banyak tips-tips di blog yang saya baca, rata-rata orang mencari tiket murah dengan memanfaatkan promo-promo via web dari maskapai terkait. Atau, biasanya mencari kota keberangkatan bukan dari Jakarta melainkan dari Kuala Lumpur. Selisihnya seringkali cukup signifikan. Sehingga ketika kita masih harus membeli penerbangan Jakarta - KL (dengan maskapai low cost tentunya), masih lebih murah ketimbang penerbangan langsung dari Jakarta.

Tetapi kami kemarin mendapatkan tiket dengan harga yang terbliang murah saat Singapore Airline sedang menggelar travel fair. Menariknya, untuk mendapatkan harga promo, SQ tidak mengharuskan kita untuk datang ke venue acara yang waktu itu berada di Senayan City. Kita bisa check harga dan booking di cabang-cabang agen perjalanan yang sedang bekerjasama dengan SQ. Kami kebetulan membeli tiket via Dwidaya. Dan setelah mencari-cari tanggal keberangkatan dan mengomparasi harga terbaik, akhirnya kami menemukan harga tiket Jakarta - London, dan Paris - Jakarta sebesar 8,7 juta rupiah (PP, per orang). Great deal kan! Normalnya tiket ke Eropa dari Jakarta itu sekitar 11 - 13 juta (PP, per orang). Kalo udah di atas itu termasuk mahal sih. Oh, dan lagi bulan November itu termasuk bulan low season jadi gak heran bisa dapet harga segitu.

Pengurusan Visa

Kalo mau keliling negara-negara di Uni Eropa, enaknya memang tinggal ngurus satu visa aja yaitu yang dikenal dengan nama Schengen. Tapi berhubung kita mau ke Inggris, jadi ada satu lagi visa yang perlu diurus yaitu visa UK. Semua pengurusan visa ini kita serahkan ke Dwidaya juga. Alasannya adalah karena kita beli tiket pesawat dengan harga promo, yang refundable sebesar 2 juta rupiah per orang, hanya kalau visa ditolak. Jadi kalo ada apa-apa dengan visa kita, Dwidaya-nya langsung aware. Tapi kalo Anda nggak ada kondisi seperti yang saya sebutkan, mending urus sendiri aja. Soalnya toh kedua visa ini sudah ada agent-nya juga. Jadi nggak usah dateng ke kedutaan. Untuk visa UK ditangani oleh VFS yang ada di Kuningan City, sementara untuk visa Schengen via Perancis ditangani oleh TLS contact yang ada di Menara Anugerah, Mega Kuningan.

VISA UK

Berhubung Visa UK itu ngurusnya lama banget, jadi mendingan Anda urus yang satu ini dulu. Kenapa lama? Karena kedutaan Inggris di Jakarta itu nggak ada wewenang untuk ngeluarin visa. Jadi paspor yang Anda submit akan dikirim ke Manila. Kedutaan Inggris di sana lah yang akan mengeluarkan permit visa Anda. Jadi sebisa mungkin Anda urus visa Inggris ini sejak awal (H-3 bulan). Lama pengurusan VISA UK bisa mencapai satu bulan (+/- 21 hari kerja) dari jadwal fingerprint. Oh iya jadwal finger print ini juga bisa berselang beberapa hari bahkan beberapa minggu dari saat kita mengisi formulir secara online. Jadi pastikan tidak mepet dalam memulai pengurusan visa.

Syarat-syarat dan dokumen yang perlu disiapkan:
  1. Paspor dengan masa berlaku lebih dari 8 bulan + Paspor Lama (Kalau ada), baik yang Asli maupun yang fotocopy. Paspor lama berguna sekali sebagai referensi negara apa saja yang pernah dikunjungi.
  2. Surat sponsor dari tempat kerja dalam bahasa Inggris. Contoh formatnya bisa dicari di google ya. Intinya sih menerangkan tanggal perjalanan kita, serta kita memang karyawan di perusahaan itu sehingga ketika trip berakhir kita akan kembali ke tanah air.
  3. Pas foto berwarna ukuran 3.5 x 4.5cm, 2 lembar.
  4. Surat Referensi Bank dalam Bahasa Inggris. Ini kalo di bank, tinggal ke customer service aja dan bilang minta surat referensi untuk urus visa Inggris. Isinya menerangkan kalo tabungan kita aktif, dan juga bisa mencantumkan dana yang ada di tabungan. Kalo ngurus ini sekalian sama....
  5. ...Rekening koran 3 bulan terakhir. Ini akan menunjukkan bahwa kita setiap bulannya ada pemasukan. Oh iya, konon katanya kalau mau trip ke Europe itu lebih baik kalo ada saldo di tabungan kita setidaknya 50juta. Nah kalo Anda mau 'menyuntikkan' dana ke tabungan dengan pinjem ke orang tua, misalnya, jangan dadakan. Suntik sedikit demi sedikit biar nggak terkesan terlalu obvious.
  6. Copy KTP, KK, Akte Lahir, plus Buku Nikah kalau memang sudah nikah. Nah, kesemuanya ini harus di-translate ke dalam Bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah. Jadi gak boleh sembarangan kita sendiri yang trasnlate ya. Karena kami kemarin menggunakan jasa agen travel, jadi mereka yang urusin.
  7. Print Out Tiket Pesawat. Sepertinya boleh yang masih berupa bookingan, alias belum issued. Dokumen ini biasanya hanya travel agent yang bisa mengeluarkan. Kalau kita mau urus visa dulu baru cari tiket belakangan, sebaiknya minta urusin sama travel agent aja biar beres. Tiket harus menunjukkan tanggal keberangkatan dan kepulangan sesuai dengan pengajuan. Kalau misalnya kita dari UK mau lanjut ke Uni Eropa, kita juga harus sertakan copy tiket saat meninggalkan UK. Bisa berupa tiket kereta, bus, atau pesawat. Tapi kalau mau sertakan yang dummy dulu, biasanya travel agent cuma punya untuk pesawat aja.
  8. Bookingan Hotel. Bisa cari di Agoda atau Booking.com. Pilih yang free cancellation biar kalo VISA ditolak gak rugi-rugi amat. Hehehe.... Atau, kalo misalnya kita di UK mau numpang di rumah temen atau sodara, bisa kok kita bilang nginep di hotel. Ntar pas visa udah keluar tinggal di cancel aja. Karena kalo kita mengurus visa dengan judul kunjungan teman atau saudara, dokumen yang perlu disiapkan lebih banyak lagi. Oh iya kalo AirBnB juga bisa, tapi biasanya gak bener-bener free cancellation, karena ada biaya admin.
  9. Registrasi & Mengisi Form visa UK secara online di sini. Form ini nanti akan diprint dan dibawa saat jadwal finger print di VFS. Jadwal akan bisa kita pilih melalui website tersebut, dan untuk pembayaran juga secara online menggunakan kartu kredit. Nah, lagi-lagi karena kita pake travel agent, jadi urusan pengisian formulir dan pembayaran juga udah diberesin sama Dwidaya. Kita tinggal dateng doang untuk finger print.
Biaya yang kami keluarkan untuk mengurus visa UK via Dwidaya adalah sebesar Rp2.100.000 per orang. Belum termasuk dokumen yang harus di alih bahasa ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah. Per satu halaman biayanya sebesar Rp150.000. Ini adalah harga tahun 2016. Silahkan check kembali ke agen travel untuk biaya tahun ini.

Kalo memang mau visa UK keluar lebih cepat, VFS menyediakan layanan prioritas. Kalo ga salah mesti nambah lagi sekitar Rp2.550.000 dari harga visa biasa. (Mahal yeee....) Waktu pemrosesan visa bisa cuma 3-5 hari kerja setelah finger print.

VISA SCHENGEN (Via Perancis)

Seperti halnya Visa UK, pengurusan dan pengumpulan dokumen Visa Schengen via kedutaan Perancis akan diwakilkan oleh agen. Namun waktunya jauh lebih singkat dibanding dengan visa UK. Yaitu kurang lebih 7 hari kerja. Tetapi walaupun begitu, jangan mepet juga ya dalam mengurus visa. Karena kalau yang ngurus visa lagi banyak seperti musim liburan, bisa jadi lebih lama yaitu sekitar 15 hari kerja (dari jadwal finger print dan foto).

Untuk visa schengen, gak bisa sembarangan kita pilih mau via kedutaan negara anggota yang mana. Karena ini berkaitan dengan itinerary kita. Kebetulan karena kita memang cuma mau ke Perancis jadi kita urus via Perancis. Namun apabila Anda mau berkeliling ke negara-negara yang lain, berikut cara menentukan visa Schengen harus diurus via kedutaan mana:
  • Anda harus mengurus visa Schengen melalui kedutaan satu negara yang paling lama akan Anda kunjungi.
  • Kalau tidak ada satu negara spesifik yang paling lama akan Anda kunjungi, berarti Anda harus mengurus visa dari negara pertama yang Anda kunjungi. Contoh: Anda masuk dari Itali, kemudaian stay 2 hari di sana. Selanjutnya Anda berkunjung ke Swiss 2 hari, kemudian Jerman 3 hari, Perancis 3 hari, Belanda 2 hari, dan pulang ke tanah air dari Belanda. Maka Anda harus mengurus visa Schengen dari Itali, meskipun Anda akan stay lebih lama di Jerman dan Perancis. Lain halnya apabila Anda stay di Perancis 4 hari, maka Anda harus mengurus visa Schengen via Perancis, karena menjadi negara yang paling lama Anda kunjungi selama trip.
  • Kalau di kemudian hari Anda akan ada perubahan dalam hal jumlah hari kunjungan di salah satu negara, atau mengubah negara yang menjadi pintu masuk Anda di wilayah Schengen, ini tidak menjadi masalah asal visa sudah di tangan. 
Syarat-syarat dan dokumen yang perlu disiapkan kurang lebih sama dengan visa UK, tetapi dengan tambahan asuransi perjalanan:
  1. Paspor dengan masa berlaku lebih dari 8 bulan + Paspor Lama (Kalau ada), baik yang Asli maupun yang fotocopy. 
  2. Surat sponsor dari tempat kerja dalam bahasa Inggris. .
  3. Pas foto berwarna ukuran 3.5 x 4.5cm, 2 lembar.
  4. Surat Referensi Bank dalam Bahasa Inggris. 
  5. Rekening koran 3 bulan terakhir.  Nah, sebagai catatan, kemarin kami harus mencetak ulang surat referensi bank dan rekening koran 3 bulan terakhir yang sudah kami buat saat akan mengurus visa UK. Namun karena sudah berselang satu bulan saat akan mengurus visa Schengen, rekening koran dan surat referensi ini dianggap tidak update. Jadi baiknya Anda memang meminta kembali ke Bank.
  6. Copy KTP, KK, Akte Lahir, plus Buku Nikah. Sepertinya tidak perlu dalam bahasa Inggris, tapi kalau Anda sudah mengurus visa UK dan memiliki dokumen-dokumen ini yang sudah dialih bahasa ke dalam bahasa Inggris, boleh juga Anda sertakan.
  7. Print Out Tiket Pesawat. 
  8. Bookingan Hotel. Bookingan Hotel harus menunjukkan secara pasti di mana saja Anda akan stay. Ini yang akan menjadi acuan negara mana yang Anda kunjungi paling lama. (Baca tulisan di atas mengenai prosedur pemilihan kedutaan untuk mengurus Schengen). Dan misalnya Anda berencana akan menginap di atas bus atau kereta saat pindah negara, Anda tetap akan diminta bukti reservasi penginapan di malam itu. Booking saja hotel di agoda atau booking.com yang free cancellation. Ketika visa sudah di tangan, tinggal di cancel saja.
  9. Travel Insurance. Besarnya nilai pertanggungan harus minimal EUR30,000 atau USD50,000, dengan destinasi Worlwide. Pilihan perusahaan asuransi ada banyak pilihan, tetapi tidak boleh asuransi ACA. 
  10. Registrasi dan membuat jadwal temu untuk finger print di TLS Contact. Anda bisa berkunjung ke link ini. Berbeda dengan cara pengurusan visa UK, untuk visa Schengen formulir harus Anda unduh dan kemudian diisi secara manual. Formulir yang sudah diisi dan di tanda tangani ini kemudian harus dibawa beserta seluruh dokumen-dokumen lainnya saat Anda menghadiri janji temu di TLS Contact.
Biaya yang kami keluarkan untuk mengurus visa Schengen melalui Dwidaya adalah sebesar Rp1.700.000 per orang (Harga 2016). Sementara kalau mengurus sendiri ke TLS Contact tentunya lebih murah, yaitu hanya sebesar Rp847.500 (EUR60).

Transaksi-transaksi Online Sebelum Keberangkatan


Saya adalah tipe traveler yang lebih memilih untuk membeli tiket transportasi maupun tiket ke sebuah tourist attraction secara online saat masih berada di tanah air. Semua ini tentunya demi kesuksesan kita dalam menjalani itinerary yang sudah disusun. Selain untuk menghemat waktu (karena terhindar dari antrian), dan bebas dari cerita kehabisan tiket, ini juga akan mengurangi jumlah uang tunai yang perlu kita bawa.

Mostly sih yang saya sudah purchase adalah tiket-tiket di Paris. Berhubung selama di London kami di-escort oleh seorang teman yang tinggal di sana, jadi saya nggak ngerasa perlu beli sesuatu dari sini. Ini beberapa transaksi yang sudah saya lakukan sebelum keberangkatan:

  • Penginapan di Paris (Via AirBnB). Kalau penginapan sih udah jelas penting banget ya untuk direservasi duluan. Bahkan ini saya beranikan booking sebelum dapet visa. Alasannya karena pas dapet yang murah, di tengah kota, deket dari tourist attraction seperti Museum Louvre, Katedral Notre Damme, serta dekat dari pertokoan dan stasiun kereta (Metro & RER). Total biaya yang kami bayarkan hanya USD219 (Rp2.933.233) untuk tiga malam. Tetapi sekarang pemilik apartemen memberlakukan minimal penyewaan selama 6 malam. Klik di sini untuk melihat penginapan kami kemarin.
  • Tiket Eurostar London - Paris. Ini juga penting untuk Anda beli saat masih berada di tanah air. Dengan catatan Anda memang sudah memiliki jadwal yang pasti. Selain untuk menghindari kehabisan tiket di tanggal dan jam yang Anda inginkan, membeli via online juga memungkinkan Anda untuk mendapatkan harga promo. Waktu pertama kali check availability di website, harganya masih GBP45. Tapi karena kita belum berani beli sampe akhirnya visa Schengen keluar, akhirnya harga udah keburu naik jadi GBP67 per orang, sekali jalan.
  • Tiket Bus L'open Tour + Batobus. Ini sebetulnya tidak wajib dibeli dari jauh-jauh hari. Namun pembelian via online menyediakan pilihan paket-paket dengan harga yang lebih murah.

  • Tiket Masuk Museum Louvre. Kalau yang satu ini wajib Anda beli secara online kalau sedang musim liburan, terutama kalau lagi liburan musim panas summer. Karena antriannya bisa cukup panjang dan memakan waktu cukup lama. Namun ada pintu-pintu masuk tertentu yang dikhsususkan untuk Anda yang sudah memegang tiket yang dibeli secara online.
  • Tiket Naik ke Menara Eiffel. Ini menjadi satu-satunya tiket yang kita sudah kehabisan untuk membeli secara online. Namun untungnya saat langsung datang ke sana, hampir tidak ada antrian yang berarti saat membeli tiket di loket. Selain karena kita sudah malam saat ke Eiffel, mungkin juga karena bulan November adalah bulan yang low season. Tapi kalau lagi musim libur, antriannya bisa berjam-jam. Anda bisa membeli tiket untuk naik ke menara eiffel di link ini.

Sekian dulu ya untuk sharing persiapan kami dalam trip London & Paris. Pada tulisan selanjutnya akan kami bagikan itinerary serta pengalaman seru selama berada di sana. Thanks for reading!

You Might Also Like

0 comments

Like Me on Facebook

Pinterest Board

Subscribe